Dear Sister

Sister is probably the most competitive relationship within the family, but once the sisters are grown, it becomes the strongest relationship.

– Margaret Mead

Waktu berjalan cepat sekali. Nggak berasa kakakku punya pacar, dilamar, lamaran, dan minggu lalu akhirnya menikah. Awalnya aku merasa biasa aja, ikut senang tapi yasudah. Terus karena proses mempersiapkan pernikahan itu ribet, aku malah jadi pengen cepat-cepat hari-H, pengen cepat selesai. Mendekati harinya, mulai muncul banyak pertanyaan ‘kamu sedih nggak?’ dan waktu itu aku masih jawab biasa aja. Sampai kemudian mulai banyak barang-barang yang dikemas untuk pindahan. And there it goes. It hit me hard: my sister will not be here anymore.

Saat rasa sedih itu mulai datang, aku jadi ingat lagi beberapa tahun lalu aku pun pernah merasa begini. Tahun 2007, kakakku diterima di UI dan memutuskan untuk ngekos di Depok. Ikutan senang dan bangga banget. Terus tibalah harinya dia harus pindahan, aku cuma mengantar sampai pintu rumah dan air mata itu mulai jatuh saat mobilnya pergi. Rasanya ada yang hilang. Nggak bisa ketemu setiap hari. Nggak bisa cerita setiap saat. Nggak ada ini dan itu. Walau hampir setiap akhir pekan dia pasti pulang.

Terus entahlah tahun berapa, kakakku pertama kali punya pacar. Aku sempat kesal karena dia suka pergi pacaran kalau akhir pekan padahal sebelumnya kita selalu bareng. Posesif mungkin. Tapi ya memang segitunya.

Kemarin sedih itu datang lagi. Setelah hari pernikahan dan waktunya pisah, air mata itu jatuh lagi. Tapi kali ini berbeda sebab memang sudah waktunya. Sudah tiba waktunya untuk memulai babak baru dalam hidup. Sudah tiba waktunya untuk semakin dewasa.

So, this is not a goodbye, Sis. Not the time to be sad and stuff. It’s time to celebrate a new chapter of your life and to welcome Koko Riyan to our family. ❤

Akhir kata, selamat melanjutkan hidup ini. Semoga selalu berbahagia dalam hidup berumah tangga. Jangan lupa, bila lelah dan ingin menyerah, bertahanlah.


The best way to keep something is to work on it. A successful marriage is not the result of marrying the right person. It’s about doing the right things.  

Ps. Jeffrey Rachmat 

Your sister,

Jennifer Hakim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s