Dear Jen #2: Making The World a Better Place

Setelah setahun lebih akhirnya muncul juga ‘note to self‘ ku yang kedua: please take a good care of the earth! Tulisan ini dibuat sebagai pegingat atas komitmenku buat menjadikan bumi ini tempat yang lebih baik.

Awalnya aku kepikiran karena pacarku suka men-challenge tentang isu-isu kayak gini buat bahan diskusi kita. Suatu hari dia tanya gimana pendapatku tentang claiming self as a pet lover but not going vegan or vegetarian. Apakah salah? Apakah munafik? Dan apakah dengan begitu aku menganggap bahwa pets (seperti anjing, kucing, kelinci, dkk) itu lebih berharga atau tinggi kastanya daripada ternak (seperti sapi, ayam, kambing)?

Well, I promise myself I won’t go extreme. Take one step at a time. Mungkin suatu saat nanti akhirnya aku cukup berani untuk jadi vegan atau vegetarian. Tapi sejauh ini, aku cuma sanggup melakukan beberapa hal ini:

Gak makan sup hisit. Di keluarga Chinese itu, ada kebiasaan untuk makan sup hisit (sirip ikan hiu) di beberapa perayaan seperti Tahun Baru Imlek misalnya. Nah, aku sudah selalu ingetin keluargaku untuk tidak melakukan ini dan kalau misalnya kita pergi ke rumah saudara jauh yang masih menyediakan ini, aku akan menolak untuk makan. Setelah dulu banget mencoba makan dan kemudian tau tentang cara mereka memperoleh hisit ini, rasanya benar-benar gak worth it dan masih banyak pilihan sup lain yang gak usah gitu-gitu amat.

Coba selalu buang sampah pada tempatnya. Kalau lagi pergi dan nggak bisa nemuin tempat sampah gimana? Ya kantongin atau masukin tas dulu sampai kemudian nemu tempat sampah. Kalau di mobil gimana? Ya simpan dulu sampai nanti turun dan nemu tempat sampah. Kenapa sih kok rasanya sulit banget buat ngelakuin hal sesederhana ini?

Aku pernah denger kotbah dari pendeta yg men-challenge untuk meninggalkan suatu tempat dengan keadaan yang lebih baik dari waktu kita datang. Sekecil ke toilet umum misalnya. Atau kalau kamu ke gereja dan di tempat dudukmu ada sampah dari orang yang sebelumnya, cobalah ambil dan bantu buang. Intinya: berdampak. Jangan membuat keadaan jadi lebih buruk setelah kamu datang.

Berusaha mengurangi penggunaan plastik termasuk sedotan dan alat makan plastik. Hal ini sekarang lagi trend dan sepertinya banyak sih yang udah mulai aware. Yang bisa aku lakuin saat ini adalah bawa alat makan portable dalam tas dan pakai sedotan kaca sebagai ganti plastik (aku beli di Sustainable Suzy shop, btw). Aku pernah liat di ig story-nya Alexandra Asmasoebrata bahwa dia berusaha ke supermarket tanpa pakai plastik sama sekali. Dan saking committed-nya dia akan hal ini, setiap kali beli buah atau sayur ya beneran ditimbang satu-satu gak diplastikin dulu dan kalau beli daging dia bawa box sendiri dari rumah. Salut sih. Mungkin bisa dicoba juga kapan-kapan.

Ngambil barang-barang secukupnya sesuai dengan yang aku butuhin. Contohnya waktu ngambil sambal di restoran cepat saji atau tissue saat cuci tangan. Ini juga sebenarnya hal sederhana tapi seringkali kita lupa.

Hal yang masih susaaahh banget buat aku lakuin tuh ngurangin penggunaan kendaraan pribadi. Aku masih nyetir kemana-mana dan iya sih seharusnya coba lebih sering naik kendaraan kayak busway gitu kali ya. Oh, dan ngurangin penggunaan kertas! Aku tuh tipe yang lebih suka tulis tangan daripada mencatat di hp atau laptop. Jadi ini rasanya susah banget buatku. huhu.

Anyway, I know what I’ve done is not enough, but everything has to start somewhere. This is my start. Making the world a better place is a commitment. A long time one. And I want to be committed.

Ada masukan hal apa yang bisa aku lakuin selanjutnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s