Jen in Harry Potter Studio (Part 2)

The stories we love best do live in us forever, so whether you come back by page or by the big screen, Hogwarts will always be there to welcome you home.

-J.K. Rowling

Akhirnya di-publish juga! Setelah liat posting-an ig story Dian Sastro di Harry Potter Studio beberapa hari yang lalu, aku pun jadi teringat masih ada hutang satu post lagi tentang ini. haha.

Sebelumnya aku udah pernah nge-post tentang hal-hal yang harus diperhatikan sebelum kita pergi ke Harry Potter Studio London (baca di sini). Kali ini aku akan membahas tentang isi studionya sendiri.

Pertama kali masuk, bahkan dari baru turun bis belum masuk deh, tanpa sadar udah bilang ‘wow’ dan ‘aaaa’ berkali-kali.

Sebelum masuk, jangan lupa untuk tukerin bukti booking kamu di loket yang ada di luar studio. Kalau ngantri di loket cukup panjang, kamu juga bisa tukerin tiket kamu di mesin yang ada di sebelah loket.

Di dalam, sebelum benar-benar masuk ke kawasan tur, kita udah bisa jalan-jalan ke souvenir shop, nukerin audio guide (kalau kamu udah bayar), dan titipin barang bawaan kamu di tempat penitipan barangnya. Kalau udah beres, baru deh kita ngantri masuk ke dalam kawasan tour-nya. Sambil ngantri ini, kita bisa sedikit foto-foto di display kamar Harry yang di bawah tangga keluarga Dursley itu.

Harry Potter studio tour resmi dimulai setelah pintu besar menuju The Great Hall dibuka. Beneran rasanya tuh kayak mimpi! Banget! Intinya setelah dari Great Hall, kita akan dibawa masuk buat liat banyak banget real set, kostum, creatures, props, dan berbagai cara membuat film Harry Potter jadi sedemikian rupa. Nah aku akan highlight beberapa hal yang bikin aku takjub banget di sana.

The Sets

Sebagian besar film Harry Potter di-shoot dengan membangun set di studio Leavesden ini. Walaupun ada juga beberapa shoot yang diambil di beberapa lokasi beneran kayak King’s Cross station London dan Durham Cathedral. Semua set dibangun dengan serius banget dan sangat-sangat detail. Bahkan sebelum dibangun, harus dibuat dulu beberapa sketch, maket, hingga gambaran set dalam situasi tertentu (misalnya the burrow saat terbakar atau Great Hall saat turun salju). Salut banget sama para concept artists dan orang-orang dibalik set ini.

Salah satu yang paling menarik adalah set The Forbidden Forrest. Jadi ceritanya, di film-film awal itu, setiap adegan di Forbidden Forrest diambil di Black Park, Buckinghamshire. Karena para kru berpendapat bahwa susah buat shooting di hutan beneran karena banyak faktor eksternal yang nggak bisa mereka kendalikan, jadilah mereka membangun Forbidden Forest di studio lengkap dengan pohon-pohon besar dan Aragog. Pembuatan pohonnya sendiri memakan banyak banget step dan waktu karena harus dibuat benar-benar kayak asli. Luar biasa banget.

 

The Props

Ini juga nggak kalah detail dan ribet dari set. Kalau dikumpulin, ada kurang lebih 5 gudang besar dengan total props lebih dari ribuan yang dipakai untuk pembuatan film Harry Potter. Saking banyaknya, tim props bahkan harus bikin semacam directory detail dari setiap barang yang ada biar gampang dicari. Nah, untuk bikin setiap props dalam film ini, banyak banget tim spesifik yang harus dibentuk. Misalnya: Para pembuat patung (untuk membuat chess pieces di film kedua dan beberapa patung lainnya), para pelukis (untuk  membuat ratusan lukisan sepanjang film), hingga ahli mekanik (untuk membuat creatures bisa bergerak, sapu terbang, The Ford Anglia, dll.).

Yang paling aku suka tuh barang-barang di kelas ramuan yang mana setiap botol berisi bahan-bahan ramuan itu beneran dibuat satu-satu dengan super niat. Ada yang isinya tulang-tulangan dari tukang daging, hewan kering, sampai tumbuhan. Semua dibikin beda-beda dan dilabelin satu-satu pakai tulisan tangan. Jangan lupa itu jumlahnya ada ratusan loh!

The Costumes

Kalau makeup dan special effects-nya nggak usah dibahas lah ya. Semua keren dan detil. Tim makeupnya bahkan harus bikin beberapa wig untuk SETIAP tokoh biar konsisten di setiap shoot.

Soal kostum pun luar biasa terkonsep dan dipikirin secara matang. Aku aja baru tau bahkan kalau bajunya Dolores Umbridge itu warnanya semakin pink seiring dengan bertambahnya kekuasaan dia. Dan setiap habis shoot per scene gitu, tim makeup dan kostum akan selalu foto tiap pemain biar mereka bisa membuat luka dan kotoran di wajah atau bajunya di tempat dan bentuk yang persis biar (again) konsisten di setiap shoot.

The Effects

Ini dia nih salah satu bagian terpenting dalam pembuatan film ini. Ada film effects dan creatures effects. Mereka-mereka ini lah yang tugasnya bikin keseluruhan film ini terasa riil. Mulai dari bikin para creatures, pintu, dan kendaraan bisa bergerak, nyemburin api, terbang, sampai ngedit keseluruhan via green screen dan computer-generated effects.

Di luar semua ini, masih banyak banget hal menarik yang bisa kamu lihat. Kalau semua aku ceritain di sini post ini bakal semakin kepanjangan dan nggak seru. Kebayang dong ya kenapa aku bisa stay di sana selama lima jam lebih? haha. Pokoknya kalau kamu suka Harry Potter, kamu wajib banget masukin Harry Potter Studio Tour ke dalam bucketlist kamu.

Sekarang nonton Harry Potter jadi lebih bermakna ❤

 

Cheers,

Jennifer Hakim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s